Search

Sunday, March 13, 2011

Foot Print on the Sand

“Tuhan, Dimanakah Engkau?!” Kalimat bernada menggugat ini sering kita lontarkan saat Tuhan terasa meninggalkan kita, apalagi pada saat itu kita justru sangat membutuhkan uluran tangan-Nya. Benarkah Tuhan meninggalkan kita pada saat yang demikian?


Puisi Jejak–Jejak Kaki (Foot print on the Sand) memberikan gambaran pengalaman pengarang yang sangat luar biasa ini, ia adalah Margaret Fishback Power. Tuhan menjawab dengan tepat dan sangat mengharukan. Pengalaman tersebut adalah inspirasi dan pegangan perjalanan hidup ini, tidakah sekali waktu Anda pun bisa mengalami hal yang sama?

Berikut goresan penanya:

Foot Print on the Sand
One night I dreamed a dream.
I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand,
one belonging to me and one to my Lord.

When the last scene of my life shot before me
I looked back at the footprints in the sand.
There was only one set of footprints.
I realized that this was at the lowest and saddest times of my life.
This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.

"Lord, you told me when I decided to follow You,
You would walk and talk with me all the way.
But I'm aware that during the most troublesome times of my life
there is only one set of footprints.
I just don't understand why, when I needed You most, You leave me."

He whispered, "My precious child,
I love you and will never leave you
never, ever, during your trials and testings.
When you saw only one set of footprints
it was then that I carried you."


----------------------------------------------------------------------------------------------------

Terjemahan:

Suatu malam aku bermimpi.
Berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki,
yang sepasang milikku dan yang lainnya milik Tuhanku.

Ketika babak terakhir terkilas dihadapanku
aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali di sepanjang hidupku hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi...
...justru saat hidupku berada pada saat yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu menggangguku...
...dan aku pun bertanya kepada Tuhanku tentang dilemaku ini.

"Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu,
Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap denganku...
...di sepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku
hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa, ketika aku membutuhkan-Mu,
Engkau meninggalkan aku."

Ia menjawab dengan lembut, "Anak-Ku,
Aku sangat mengasihimu dan tidak akan pernah membiarkanmu
terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang.
Apabila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku."


by: Margaret Fishback Powers

2 comments:

  1. woww....
    dalam sekalee....... salam

    ReplyDelete
  2. @roni: trims 4 u visit....
    salam......

    ReplyDelete

Trima kasih atas Kunjungannya..... Tolong..... tinggalkan komentar/pesan agar saya dapat belajar dan belajar, sehingga kelak blog ini dapat bermanfaat.....