Search

Sunday, November 9, 2014

6. ALDO MORO


(23 September 1916-9 mei 1978)

Sebentar lagi mereka akan membunuhku….
Surat singkat itu diterima Ny. Aldo moro tanggal 5 mei 1978, dari sang suami yang sudah 20 hari hilang tak tentu rimbanya. Rupanya itulah komunikasi terakhir yang dilakukan ketua partai demokrat Kristen italia dan mantan PM kepada keluarganya.
Tanggal 9 mei 1978, polisi menerima telepon dari kelompok Brigade Merah, yang mengatakan adanya bom mobil diluar markas besar partai demokrat Kristen, Roma. Satuan penjinak bom segera dikirim ke lokasi tersebut. Ternyata bukan bom yang mereka temukan, melainkan jasad Aldo Moro dalam keadaan mengenaskan. Kepalanya terkoyak 11 butir peluru.
Peristiwa itu bermula di pagi hari 09.00 16 maret 1978, ketika mobil Aldo Moro yang sedang dalam perjalanan pulang dari gereja ke rumahnya di Roma, dicegat 3 mobil bernomor diplomatik. Lima lelaki dan seorang perempuan segera menyerbu mobilnya. Dengan senjata otomatis buatan rusia, mereka menembak mati sopir, sekretaris pribadinya serta 3 pengawal moro, yang berada di mobil lain. Serangan mendadak ini berlangsung tidak lebih dari 3 menit, sebelum akhirnya mereka menculik Moro.
Siangnya penculik mengirim rilis ke beberapa kantor berita dan menyebut identitasnya, brigade merah. Sebuah organissi teroris sayap kiri yang bertanggung jawab atas berbagai peristiwa pembunuhan di italia saat itu.
Pemerintah segera turun tangan. Polisi diterjunkan untuk melacak para teroris dibantu oleh satuan antiteroris jerman dan pasukan khusus SAS dari inggris. Dari komunike-komunike yang mereka kirimkan, brigade merah mengatakan kondisi Aldo Moro amat sehat. Mereka mengutuk kebijakan imperialis dan antiproletariat yang dilakukan demokrat Kristen yang berkuasa dan meminta pertanggung jawaban Aldo Moro. Selain itu mereka juga menuntut pembebasan 13 orang anggotanya yang ditahan pemerintah.
Tanggal 18 april mereka mengabarkan, Moro telah bunuh diri dan mayatnya bisa ditemukan di danau Duchessa di pegunungan Apenine. Ternyata mayat Moro tak ditemukan. Dua hari kemudian, para penculik mengatakan  bahwa Moro masih hidup dan tinggal menunggu saat di eksekusi yang akan dilakukan dalam 48 jam kemudian, kecuali bila tuntutan mereka dipenuhi.
Dalam upaya melacak persembunyian para teroris, tanggal 18 april, polisi berhasil menemukan tempat bekas Moro di sekap di luar Roma. Dari sini polisi menyita beberapa senjata, dokumen palsu dan plat mobil diplomatik. Tapi karena pemerintah italia tidak memberikan ketegasan, akhirnya brigade merah kalap, sehingga nyawa Moro tak tertolong lagi.
Akhirnya, polisi berhasil menangkap para teroris itu tanggal 17 mei 1978.

No comments:

Post a Comment

Trima kasih atas Kunjungannya..... Tolong..... tinggalkan komentar/pesan agar saya dapat belajar dan belajar, sehingga kelak blog ini dapat bermanfaat.....